Islam, Alam Semesta, dan Fisika Teori

 

Sebelum masuk kepada topik hubungan fisika teori modern dan alam semesta ini, alangkah baiknya kita melihat bagaimana sejarah fisika dan science secara umum itu sendiri yang berkembang dan terbentuk rapi dalam beratus-ratus tahun silam. Disela-selanya perjalanan perkembangan science ini, ternyata Islam, dalam Al-Quran sudah memberikan petunjuk jelas. Disini, dengan mempelajari sejarah dan Islam itu sendiri, insyaallah akan memberikan hint untuk kita dalam perkembangan science ke depan.

Konon, walaupun sejarah peradaban manusia sudah berlangsung sejak lama, tetapi  sejarah ilmu pengetahuan tercatat baru dimulai pada abad 7 SM di kawasan yunani kuno. Selanjutnya Ilmu pengetahuan berkembang pesat di Babilonia(Irak) dan Mesir.

Pada saat itu, Babilonia yang terkenal dengan ilmu perbintangan (astronomi) dan Mesir yang terkenal dengan ilmu ukur (geometri) dan ilmu hitung (aritmatika). Alhasil, dengan berkembangnya ilmu ini Mesir mengaplikasikan dalam pembuatan piramid, pemetaan lahan sungai Nil, dan perdagangan.

Pada Abad-abad selanjutnya, mulai dikembangkan ilmu filsafat, yang mempertanyakan asal mula alam dan berusaha menjawabnya dengan rasio dan tidak menyandarkan diri dari mitos. Dimulai dari sini, perburuan ilmu pengetahuan semakin ramai.

Selama berabad-abad,manusia dari segala penjuru, mengamati sekeliling sekelilingnya, air, api, tanah, sungai, hingga benda langit untuk mengetahui jawaban tentang penciptaan dirinya sendiri dan juga alam semesta ini.

Dan tujuan pembuatan manusia ini juga sudah jelas, dalam Al-Quran.

“ Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepadaKu.” (QS Adz-Dzariyat: 56)

 

Dalam islam pun kita diajarkan untuk berfikir tentang alam sekitar kita.

“.. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda(kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,
(yaitu)orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri,duduk atau dalam keadaan terbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), ” Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Maha suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka”..”  

(QS Al imran 190-191)

Bagi seorang Muslim, mempelajari ilmu pengetahuan adalah selain untuk mengetahui penciptaan alam, juga untuk semakin mengenal Rabb-nya. Dan menjadikan Al-Quran sebagian landasar kehidupannya dan teori ilmiah.

Pengembang ilmu astronomi yang ternama, seperti Al-Batani, Nicolaus Copernicus, Kepler, Galileo Galilei berhasil mengamati planet, bulan, matahari, dan bintang-bintang selama berpuluh-puluh tahun, sehingga dari hasil pengamatannya, mereka membuat kumpulan data, dan merancang teori universal untuk orbit planet-planet yang mereka amati.

Pada abad 16 M, Akhirnya Newton yang terkenal dengan Apel jatuhnya, dia berpikir mengapa apel bisa jatuh, dan pada akhirnya dia berpikir bahwa yang membuatnya apel itu jatuh adalah gaya gravitasi bumi. Newton mulai mengamati gerak benda beraturan, tdk beraturan, gerak planet, dan gerak-gerak lainnya, serta membuatnya dapat digeneralisasi dalam satu persamaan gerak. Alhasil, Newton berhasil membuat teori yang berlaku utk pergerakan benda, yang sangat dikenal dengan Newton’s law of Motion(persamaan gerak newton). Teori ini mendukung hasil eksperimen berabad-abad scientist sebelumnya, dan merapatkan hasil eksperimen dalam persamaan gerak yang cantik.

Setelah berabad-abad orang puas dengan, teori Newton yang terkenal dengan fisika klasik ini, muncul genre baru dalam fisika, mengenai listrik dan magnet. Dan mengenai listik-magnet ini, rumusan yang digunakan kini adalah J.C. Maxwell. Maxwell merumuskan tentang persamaan gelombang secara umum, dan menyimpulkan cahaya adalah perpaduan gelombang elektrik dan elektromagnet.

Pada 1979, Abdus Salam, satu-satunya Muslim peraih nobel, meraih Nobel Fisika atas karyanya dalam teori unifikasi interaksi lemah dengan elektromagnetik berbasis simetri. Teori ini adalah perluasan dari teori-teori sebelumnya, namun sangat kompleks.

Pada abad 20, dari eksperimen Michelson-Morley yang membuktikan bahwa tidak ada eter (media) di luar angkasa yang merambatkan cahaya, maka timbul pertanyaan besar, yang menyangkal rumusan Maxwell. Rumusan Maxwell menyatakan bahwa gelombang merambat harus melalui medium rambat.

Einstein berhasil merumuskan dengan postulat2nya dalam teori relativitas, yang semakin memperluas teori Newton, begitu pula Maxwell. Einstein juga menambahkan bahwa ruang dan waktu bersifat relative, dapat mengerut dan mengembang. Implikasinya ini terkenal dengan rumusan untuk benda bermassa m yang mempunyai energi E=mc2.

Walaupun Einstein sudah dinobatkan sebagai scientist terbesar abad 20, hingga wafatnya Einstein masih belum dapat menyatukan rumusan besar, milik Newton & Maxwell. Yang nantinya akan menjadigrand-unified theory menurutnya. Inilah homework scientist fisika khususnya. Melalui teori ini, menurut scientist-scientist terkenal, akan dapat menentukan hukum universal untuk semua yang ada di bumi ini, dan mungkin juga  dapat memrediksi pembuatan alam semesta melalui bigbang, dsb.

Sebenarnya, Al Quran sudah menjelaskan tentang pembuatan alam semesta ini.

“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS An Anbiyaa` 30)

“…(Al Quran) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa ..” (QS Al Imran 138)

“…niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa darjat…”  (QS Al-Mujaadalah 11)

Sebagaimana ilmuwan muslim sebelumnya khususnya, yangsempat memegang peranan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan, kita dengan menggunakan Al-Quran sebagai pedoman hidup dan landasan teori ilmiah, dan juga berkerja keras untuk mempelajari ilmu pengetahuan akan dapat mengambil estafet yang mereka tinggalkan di ilmu pengetahuan.

Dengan itu, insyaallah, kita akan dapat mendalami ilmu pengetahuan yang diberi sang Pencipta ini, yang mengantarkan kita pada derajat yang tinggi disisi-Nya. Aamiin

 

 

Wassalamualaikum Wr Wb.

Abdul Karim

 

 

Referensi:

Agus Purwanto, Nalar Ayat-ayat semesta, Menjadikan Alquran sebagai basis konstruksi Ilmu pengetahuan.

Agus Purwanto, Ayat-ayat Semesta, Sisi-sisi Al Quran yang Terlupakan

http://indonesia.faithfreedom.org/forum/bukti-bahwa-ayat-ayat-al-qur-an-adalah-firman-allah-swt-t23946/

http://wmazmi.wordpress.com/2008/05/26/tujuan-penciptaan-manusia/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s