Passion itu bukan Agama

Passion itu bukan Agama (yang bisa berganti sesukanya).
Agama itu pilihan, yang sekali kita pilih kita harus pegang teguh seumur hidup.
Karena itu tiang kehidupan, yang berkaitan dengan nurani.

Lain halnya dengan Passion.
Yang bisa diartikan: sesuatu yang tak membuat kita bosan jika dilakukan, sumber ketekunan, keuletan, keahlian kita.

Untuk passion, tak sepantasnya kita terlalu memperhatikannya diatas segala-galanya. Karena menyesuaikan keadaan itu pun penting. Disaat kita pas-pasan, untuk survive lah yang terpenting. Kalau sudah longgar, barulah kita bisa kembali ke passion atau mendekati passion (kalau ada). Kalau tak ada, tekuni sesuatu yang bisa membuat kita survive, maka passion akan datang dengan sendirinya.

Menjadi idealis*  itupun ada bagusnya, tapi lebih bagus menjadi idealis yang realistis.
(*yang memperjuangkan satu hal terfokus, dan membuang yang lain)

Dengan menyesuaikan realita dengan cita-cita, menjadi idealis pasti lebih cool, karena akan sangat kokoh. Karena hanya bercita-cita, tanpa karakter idealis (berpegang teguh) hanya akan mudah roboh tanpa indurance (tdk tahan banting).

Passion? yang berarti pula; mencintai pekerjaan, yang bahkan dengannya kita lupa akan waktu dan sangat enjoy dalam mengerjakan perkerjaan tsb.

Dalam pencarian jati diri, kita juga pasti mencari dan sering bertanya pada diri sendiri: “saya ini bisa/ahlinya dalam bidang apa? mau kerja apa nanti? apa kemampuan saya sebenarnya? apa keunikan diri saya sih? dll”. Untuk menemukannya kita butuh banyak waktu, tak tentu. Ada anak kecil yang sudah bisa jadi milyader karena dia temukan dan tekuni. Ada yang di kala tua baru ditemukannya. Atau bahkan tidak sama sekali, seumur hidup pun pasti ada.

Yang jelas, kita tahu passion kita, tidak dengan DIAM. Karena diam tidak akan membuat kita mengerti diri kita sendiri. HANYA diam jelas tdk menghasilkan apa-apa. BERGERAKLAH dan baru diam dan berfikir mungkin lah cara terbaiknya, sebagai usaha manusiawi kita.

Di sisi lain, Mari banyak-banyak berdoa agar dimudahkan dalam menemukan jati diri kita. Perdekat diri dengan Tuhan, karena tak ada yang tak mungkin, jika atas izin Nya.

Mudah-mudahan kita termasuk orang yang dilapangkan rejekinya. Dan tekun dalam memperjuangkan cita-cita untuk mendapatkan kehidupan pribadi, sosial, masyarakat yang lebih baik.

InsyaAllah

Terinspirasi dari : Passion itu bukan Agama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s